Global Healthwire – Alat deteksi kanker payudara buatan mahasiswa Universitas Airlangga (Unair) berhasil meraih Juara 1 di ajang Scientific Research Competition III yang digelar secara nasional. Dua mahasiswa Fakultas Farmasi Unair, Reihan Ananta Noor Baihaqi dan Rivia Ghina Rahmi, menciptakan inovasi alat deteksi kanker payudara berbasis teknologi sensor. Karya mereka berhasil memikat juri karena mengusung solusi deteksi dini kanker payudara yang sangat relevan dengan tantangan kesehatan di Indonesia.
Reihan dan Rivia mengangkat isu penting tentang tingginya angka kasus kanker payudara di Indonesia dan kebutuhan akan deteksi dini yang lebih efektif. Menurut Reihan, untuk meningkatkan angka keberhasilan terapi kanker, deteksi sejak dini menjadi faktor yang sangat krusial. Mereka merancang alat deteksi berbasis sensor yang dapat mengidentifikasi mutasi gen pembawa kanker payudara. Alat ini dikenal dengan nama Breast Cancer Gene (BRCA). Alat ini memanfaatkan teknologi genosensor yang berbasis pada nanopartikel logam kadmium sulfida quantum dots, yang dikembangkan dengan menggunakan ekstrak kentang.
“Terapi kanker payudara umumnya berhasil bila dilakukan sebelum kanker menyebar ke jaringan sekitar. Kami berharap alat ini bisa menjadi metode diagnostik inovatif yang dapat menurunkan angka penderita kanker payudara dengan memungkinkan deteksi dini,” ujar Reihan. Teknologi ini diharapkan dapat membantu tenaga medis dalam mendiagnosis kanker payudara dengan lebih cepat dan akurat. Mengingat deteksi dini sangat berpengaruh terhadap keberhasilan pengobatan.
Bagi Reihan dan Rivia, proses penelitian yang mendalam dan ketelitian dalam pengembangan alat ini menjadi kunci keberhasilan. Mereka mengakui bahwa perkembangan ilmu pengetahuan, khususnya di bidang kesehatan, berjalan sangat cepat dan membawa tantangan tersendiri. Meskipun ini adalah kali pertama mereka mengikuti kompetisi ilmiah tingkat nasional, mereka tetap merasa optimis dan mampu mempersembahkan karya yang dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat.
“Kami percaya bahwa tulisan dan inovasi yang kami buat bisa menjawab permasalahan kesehatan di Indonesia, terutama dalam upaya menekan jumlah penderita kanker payudara. Melalui alat ini, kami berharap bisa memberikan kontribusi bagi dunia medis,” tambah Rivia.
“Simak juga: AWS Perkenalkan Server Virtual Baru untuk Latih AI Lebih Efisien dan Tangguh”
Reihan dan Rivia berharap karya ilmiah mereka dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa Unair lainnya untuk mengembangkan ide-ide inovatif yang dapat diterapkan dalam kehidupan masyarakat. Mereka mendorong teman-teman mereka untuk terus menuangkan pemikiran kreatif dalam karya ilmiah. Karena melalui riset dan inovasi, banyak permasalahan besar yang dapat diselesaikan. “Kami ingin melihat lebih banyak mahasiswa Unair yang berkontribusi bagi masyarakat melalui berbagai kompetisi ilmiah,” ujar Reihan.
Kemenangan ini juga menunjukkan potensi besar mahasiswa Indonesia dalam menciptakan solusi-solusi inovatif di bidang kesehatan. Dengan kreativitas dan dedikasi, karya-karya mereka mampu memberikan dampak positif yang luas bagi masyarakat. Hal ini juga membawa nama harum Indonesia di kancah nasional.