
Bahaya Trombosis: Kondisi Pembekuan Darah yang Mengancam
Global Health Wire – Bahaya trombosis muncul ketika trombosit (sel darah yang membantu pembekuan darah) membentuk gumpalan di dalam pembuluh darah. Kondisi ini dapat menghambat aliran darah ke organ-organ penting dan berbahaya bagi kesehatan karena bisa menyebabkan komplikasi serius yang mengancam jiwa. Trombosis dapat terjadi di berbagai bagian tubuh, dan setiap jenisnya membawa risiko yang berbeda.
Trombosis dapat terbagi menjadi dua kategori utama: trombosis vena dan trombosis arteri. Masing-masing memiliki dampak yang berbeda pada tubuh:
Trombosis vena dalam atau Deep Vein Thrombosis (DVT) terjadi ketika gumpalan darah terbentuk di dalam vena besar, biasanya di kaki. Penyumbatan ini bisa menyebabkan pembengkakan, nyeri, dan rasa tidak nyaman di area yang terkena. DVT sangat berbahaya karena gumpalan darah dapat lepas dan berpindah ke paru-paru, menyebabkan emboli paru yang dapat mengancam nyawa.
“Baca Juga: Lepuh di Bibir? Bisa Jadi Itu Herpes Oral!”
Trombosis arteri terjadi ketika bekuan darah terbentuk di dalam pembuluh darah arteri, yang membawa darah kaya oksigen ke organ tubuh. Jika gumpalan ini menyumbat aliran darah ke organ vital seperti jantung atau otak, bisa menyebabkan serangan jantung atau stroke. Kondisi ini seringkali disebabkan oleh penumpukan plak yang menyempitkan arteri.
Trombosis bisa menyerang siapa saja, tetapi beberapa faktor dapat meningkatkan risiko seseorang mengalaminya, antara lain:
Gejala trombosis bervariasi tergantung pada lokasi dan jenis gumpalan darah. Untuk DVT, gejala umum meliputi nyeri, pembengkakan, dan perubahan warna kulit di kaki. Sedangkan untuk stroke atau serangan jantung, gejalanya bisa berupa nyeri dada, sesak napas, atau kelemahan pada salah satu sisi tubuh.
Jika tidak diobati, trombosis dapat menyebabkan komplikasi serius seperti kerusakan organ, kegagalan organ, atau bahkan kematian mendadak.
Trombosis dapat dicegah dengan menghindari faktor risiko yang dapat dimodifikasi. Beberapa cara untuk mengurangi risiko trombosis meliputi:
Pengobatan trombosis biasanya melibatkan antikoagulan (obat pengencer darah) untuk mencegah pembekuan lebih lanjut. Pada kasus yang parah, prosedur medis seperti pemasangan filter vena cava atau pembedahan untuk mengangkat gumpalan darah mungkin diperlukan.
“Simak Juga: Terhempas PHK, di Usia 50 Tetap Berjuang di Job Fair”
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
This website uses cookies.