
Benarkah Mangga Bisa Memperparah Penyakit Diabetes? Ini Faktanya
Global Health Wire – Penyakit diabetes sering memunculkan pertanyaan klasik baru yang menarik setiap musim mangga tiba di India. Mangga yang menjadi ikon musim panas kerap membuat penderita ragu untuk menikmatinya. Menurut Rahul Baxi, ahli diabetes ternama di Mumbai, pertanyaan seperti “Apakah penderita diabetes boleh makan mangga?” selalu muncul. “Masalahnya, banyak salah kaprah. Ada yang mengira mangga harus total dihindari, ada juga yang percaya makan mangga berlebihan bisa menyembuhkan penyakit diabetes,” ujarnya.
Kenyataannya, mangga berada di tengah: bisa bermanfaat, tapi berisiko jika dikonsumsi berlebihan.
Baxi mengungkapkan, banyak pasien kembali dengan kadar glukosa tinggi setelah musim mangga usai. Hal ini terjadi karena konsumsi berlebihan tanpa pengawasan. “Mangga bukan buah jahat, tapi jika dimakan terlalu banyak, tentu memicu lonjakan gula darah,” jelasnya.
“Baca Juga: Survei Ungkap 30% Remaja Alami Gangguan Mental, IDAI Dorong Deteksi Dini”
Meski ada kekhawatiran, penelitian terbaru justru membawa kabar baik. Dua uji klinis di India menemukan bahwa konsumsi mangga dalam jumlah terkontrol, bahkan sebagai pengganti karbohidrat seperti roti, dapat membantu stabilisasi gula darah pada penderita diabetes tipe 2.
Sebagai catatan, diabetes tipe 2 menyumbang lebih dari 90% kasus global menurut Federasi Diabetes Internasional (IDF). Di India saja, WHO mencatat ada sekitar 77 juta penderita diabetes tipe 2 dan hampir 25 juta orang dengan pradiabetes.
Sebuah studi percontohan yang segera dipublikasikan di European Journal of Clinical Nutrition melibatkan 95 partisipan. Hasilnya, tiga varietas mangga populer India, Safeda, Dasheri, dan Langra, memicu respons glikemik yang mirip atau lebih rendah dibandingkan roti putih.
Lebih menarik lagi, pemantauan gula darah berkelanjutan selama tiga hari menemukan bahwa penderita diabetes yang makan mangga justru mengalami fluktuasi gula darah lebih stabil. Menurut peneliti, kestabilan ini dapat memberi manfaat jangka panjang bagi metabolisme.
Bukti semakin kuat lewat uji klinis acak selama delapan minggu di Fortis C-DOC Delhi. Dari 35 penderita diabetes tipe 2 yang mengganti roti sarapan dengan 250 gram mangga, terlihat perbaikan signifikan: glukosa puasa lebih rendah, HbA1c membaik, resistensi insulin menurun, berat badan berkurang, lingkar pinggang mengecil, dan kadar kolesterol baik (HDL) meningkat.
Prof. Anoop Misra, pemimpin penelitian, menegaskan, “Kami menunjukkan bahwa mangga dalam porsi kecil bisa menjadi pengganti karbohidrat yang sehat, tanpa efek merugikan.”
Meski hasil penelitian menjanjikan, para ahli sepakat bahwa kuncinya tetap pada moderasi. Dr. Sugandha Kehar, penulis utama studi, menekankan bahwa mangga tidak boleh dipandang sebagai penyembuh diabetes. Sementara Prof. Misra menambahkan, konsumsi mangga harus masuk dalam total kalori harian, bukan tambahan.
“Jika batas harian Anda 1.600 kalori, kalori dari mangga harus dihitung di dalamnya. Satu buah mangga kecil seberat 250 gram mengandung sekitar 180 kalori,” jelas Misra.
Mangga tidak otomatis memperburuk diabetes, bahkan bisa memberi manfaat jika dikonsumsi dengan bijak. Kuncinya adalah pengaturan porsi, penggantian karbohidrat sepadan, serta pengawasan klinis. Dengan pendekatan yang tepat, pecinta mangga yang juga penderita diabetes tetap bisa menikmati manisnya buah musim panas ini tanpa rasa was-was.
“Simak Juga: Pemprov Dorong USU Jadi Universitas Unggul di Bidang Riset”
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
Global Health Wire - Tantangan kesehatan global baru terus muncul dan membawa dampak serius pada kualitas hidup masyarakat di berbagai…
Global Health Wire - Berita kesehatan global riset medis selalu menjadi topik yang penting untuk diikuti karena terus memberikan informasi…
Global Health Wire - Berita kesehatan global perlu diikuti agar masyarakat dan tenaga medis selalu update dengan tren dan perkembangan…
This website uses cookies.