
Frenulum Lingualis Tinggi, Dampaknya pada Kemampuan Bicara
Global Health Wire – Kemampuan bicara sangat dipengaruhi oleh pergerakan lidah, selain fungsinya dalam proses makan dan menelan. Salah satu bagian kecil namun krusial yang memengaruhi gerakan lidah adalah frenulum lingualis, jaringan tipis berbentuk seperti tali yang terletak di bawah lidah. Dalam beberapa kondisi, frenulum ini bisa terletak terlalu tinggi atau terlalu pendek. Kondisi ini dapat menghambat pergerakan lidah dan menyebabkan gangguan bicara.
Frenulum lingualis adalah jaringan yang menghubungkan bagian bawah lidah dengan dasar mulut. Jika jaringan ini terletak terlalu dekat ke ujung lidah atau terlalu tinggi ke dasar mulut, lidah akan tampak “tertarik ke belakang” atau sulit bergerak bebas. Kondisi ini dikenal sebagai ankyloglossia atau tongue-tie. Pada anak-anak, kondisi ini bisa menyebabkan keterlambatan bicara atau kesulitan dalam mengucapkan huruf tertentu.
“Simak Juga: Ikan Cupang Bisa Membasmi Jentik Nyamuk DBD”
Lidah berperan besar dalam membentuk suara dan kata-kata. Pergerakan lidah yang terbatas akibat frenulum tinggi bisa membuat pengucapan huruf-huruf seperti “r”, “l”, “t”, “d”, dan “s” menjadi tidak jelas. Anak mungkin terdengar cadel atau mengalami keterbatasan artikulasi.
Gangguan ini bisa membuat anak kehilangan kepercayaan diri saat berbicara di depan umum. Selain itu, anak juga mengalami kesulitan dalam interaksi sosial maupun pembelajaran di sekolah.
Beberapa tanda yang menunjukkan bahwa frenulum tinggi memengaruhi bicara antara lain:
Jika frenulum lingualis tinggi menyebabkan gangguan bicara yang signifikan, dokter atau terapis wicara bisa merekomendasikan tindakan medis seperti frenotomi (pemotongan frenulum) atau terapi wicara untuk membantu artikulasi.
Semakin dini gangguan ini terdeteksi, semakin besar peluang anak untuk mengembangkan kemampuan bicara yang normal. Oleh karena itu, penting bagi orang tua untuk berkonsultasi jika mencurigai adanya hambatan dalam perkembangan bicara anak.
“Baca Juga: Ibadah Haji Akan Berlangsung di Musim Dingin Mulai 2026”
Global Health Wire - Sembilan hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan adanya wabah pneumonia misterius di Wuhan,…
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
This website uses cookies.