Global Health Wire – Gigi ngilu setelah pembersihan karang gigi sering kali dikeluhkan oleh banyak orang setelah menjalani prosedur ini. Scaling atau pembersihan karang gigi adalah perawatan yang bertujuan untuk menghilangkan plak dan karang yang menumpuk di sekitar gigi dan gusi. Meskipun prosedur ini penting untuk menjaga kesehatan mulut, sensasi ngilu yang muncul setelahnya bisa menimbulkan ketidaknyamanan. Mengapa hal ini terjadi? Apakah kondisi ini normal?
Rasa ngilu setelah scaling adalah hal yang umum dan biasanya bersifat sementara. Berikut beberapa alasan mengapa gigi menjadi lebih sensitif setelah prosedur ini:
Karang gigi yang menumpuk sering kali melindungi bagian dentin gigi, yaitu lapisan di bawah enamel yang memiliki saluran kecil menuju saraf gigi. Setelah karang dihilangkan, dentin menjadi lebih terbuka sehingga gigi lebih peka terhadap rangsangan panas, dingin, atau tekanan.
“Simak Juga: Makanan Alami Penurun Kolesterol untuk Jantung Sehat”
Jika karang gigi dibiarkan terlalu lama, jaringan gusi dapat mengalami peradangan. Setelah pembersihan, gusi yang sebelumnya membengkak bisa sedikit surut, menyebabkan area akar gigi lebih terbuka dan sensitif.
Saat membersihkan karang gigi, alat scaling dapat menyebabkan sedikit tekanan atau getaran pada permukaan gigi, yang mungkin memicu sensitivitas sementara.
Jika pembersihan karang gigi dilakukan dengan anestesi lokal, efek obat bisa menyebabkan ketidaknyamanan setelah efeknya hilang. Saraf gigi juga membutuhkan waktu untuk menyesuaikan diri setelah perubahan lingkungan dalam mulut.
Biasanya, rasa ngilu setelah scaling hanya berlangsung selama beberapa hari hingga satu minggu. Jika sensitivitas berlanjut lebih dari dua minggu atau semakin parah, sebaiknya konsultasikan dengan dokter gigi untuk memastikan tidak ada masalah lain seperti infeksi atau gigi berlubang.
Pasta gigi dengan kandungan potassium nitrate atau fluoride dapat membantu mengurangi sensitivitas dengan menutup saluran kecil pada dentin.
Suhu ekstrem bisa memperparah sensitivitas gigi, jadi lebih baik konsumsi makanan dan minuman bersuhu normal.
Sikat gigi yang terlalu keras dapat memperparah sensitivitas, jadi pilihlah sikat dengan bulu lembut dan gunakan gerakan menyikat yang lembut.
Air garam membantu mengurangi peradangan gusi, sementara obat kumur bebas alkohol dapat membersihkan mulut tanpa menyebabkan iritasi lebih lanjut.
Makanan asam dapat mengikis enamel, sedangkan makanan manis dapat meningkatkan risiko gigi berlubang yang bisa memperparah sensitivitas.
Air putih membantu membersihkan sisa makanan dan menjaga kelembapan mulut, yang penting untuk kesehatan gigi dan gusi.
Jika sensitivitas gigi tidak kunjung membaik setelah dua minggu, atau jika disertai nyeri hebat, pembengkakan gusi, atau perdarahan yang tidak wajar, segera periksakan ke dokter gigi. Bisa jadi ada masalah lain seperti gigi berlubang, infeksi, atau kondisi gusi yang memerlukan perawatan lebih lanjut.
“Baca Juga: Google Hadirkan Fitur Keamanan untuk Hadapi Penipuan Online”