
Proses Cuci Darah, Apa yang Terjadi pada Tubuh Anda?
Global Health Wire – Cuci darah atau hemodialisis adalah prosedur medis yang digunakan untuk membersihkan darah dari zat-zat yang tidak terpakai atau racun. Hemodialisis berasal dari kata hemo (darah) dan dialisis (pemisahan zat terlarut), yang mengindikasikan fungsinya dalam memisahkan dan membersihkan darah dari zat-zat yang tidak diperlukan tubuh.
Menurut Tunggul Situmorang, dokter spesialis penyakit dalam di RS Siloam Semanggi, ada dua metode dalam proses cuci darah: hemodialisis menggunakan mesin, dan CAPD (Continuous Ambulatory Peritoneal Dialysis), yang melibatkan penggunaan perut. Hemodialisis umumnya diterapkan pada pasien dengan gagal ginjal stadium akhir. Di mana fungsi ginjal telah hilang dan pengobatan konservatif seperti diet dan obat-obatan tidak lagi efektif. Pada tahap ini, pasien sering mengalami gejala seperti sesak napas, mual, dan muntah.
“Simak Juga: Apa yang Terjadi pada Tubuh Saat Minum Alkohol?”
Pada pasien dengan gagal ginjal, ginjal tidak dapat lagi membuang racun dari dalam tubuh. Inilah mengapa hemodialisis penting. Proses ini dilakukan dengan menggunakan mesin yang dikenal dengan dialiser. Mesin ini menggantikan peran ginjal dalam menyaring darah dan membersihkannya. Proses ini melibatkan tiga komponen utama: mesin hemodialisis, selang hemodialisis, dan dialiser (ginjal buatan) yang memiliki kapiler-kapiler untuk memisahkan racun dari darah.
Hemodialisis dimulai dengan mengalirkan darah dari tubuh pasien, biasanya melalui selang yang dipasang di paha atau leher. Darah dialirkan ke dialiser, di mana darah disaring menggunakan cairan khusus. “Darah dialirkan ke ginjal buatan, dibersihkan melalui cairan, dan dimasukkan kembali ke dalam tubuh,” jelas Tunggul. Proses ini berlangsung sekitar lima jam dan dilakukan dua hingga tiga kali seminggu.
Darah yang dikeluarkan dari tubuh pasien kemudian dipompa ke dalam mesin dialisis, di mana darah akan diberi zat antibeku, heparin, dan disaring menggunakan selaput semipermeabel. Proses penyaringan darah ini mirip dengan fungsi ginjal dalam tubuh, di mana racun dan zat-zat yang tidak berguna akan dipisahkan dari darah.
Tunggul menjelaskan bahwa prosedur ini dilaksanakan dengan pengawasan ketat. Selang yang digunakan untuk mengalirkan darah hanya boleh digunakan sekali. Sementara dialiser bisa digunakan hingga sembilan kali dengan persyaratan tertentu seperti tidak bocor atau tidak ada pembekuan. Selain itu, setiap unit dialisis memiliki seorang konsultan ginjal dan hipertensi, serta tim medis yang memastikan prosedur berjalan sesuai standar.
Hemodialisis memerlukan peralatan yang mahal, dan biaya satu siklus cuci darah berkisar antara Rp800 ribu hingga Rp1,2 juta. Biaya ini bisa menjadi beban bagi sebagian pasien. Namun, tetap penting bagi pasien dengan gagal ginjal untuk menjalani prosedur ini demi mempertahankan kualitas hidup mereka.
Dengan pemahaman yang lebih baik tentang proses hemodialisis, diharapkan pasien dapat lebih siap dan menerima pengobatan ini dengan pengetahuan yang jelas.
“Baca Juga: Ribuan Warga AS Demo Besar Tolak Kebijakan Trump”
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
This website uses cookies.