
Global Healthwire – Virus flu dalam susu mentah mungkin terdengar seperti ancaman yang jauh dari perhatian banyak orang. Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa risiko kesehatan yang tersembunyi dalam konsumsi susu mentah sangat nyata. Meskipun susu mentah sering dipuji karena dianggap lebih alami dan bernutrisi dibandingkan susu pasteurisasi, sebuah studi dari Stanford University mengungkapkan potensi bahaya besar dari susu mentah, termasuk penularan virus influenza. Penelitian yang dipublikasikan pada 12 Desember di Environmental Science & Technology Letters ini menyoroti bahwa virus flu. Ini termasuk flu burung yang dapat bertahan hidup dalam susu mentah yang disimpan di lemari es selama beberapa hari. Hal ini membawa potensi ancaman kesehatan yang serius.
Dilansir dari News Medical, penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti Stanford University mengungkapkan fakta mengejutkan mengenai keberadaan virus influenza dalam susu mentah. Virus flu burung dapat bertahan hidup dalam susu mentah tanpa melalui proses pasteurisasi dan tetap bisa menular meskipun susu tersebut disimpan dalam suhu lemari es hingga lima hari. Temuan ini mengingatkan kita akan pentingnya proses pasteurisasi untuk meminimalkan risiko penularan patogen berbahaya. Termasuk virus influenza, yang bisa berdampak buruk bagi kesehatan manusia dan hewan.
Susu mentah memang memiliki daya tarik karena dianggap lebih alami dan kaya nutrisi, enzim, serta probiotik yang dipercaya baik untuk sistem pencernaan dan kekebalan tubuh. Namun, penting untuk diingat bahwa tanpa proses pemanasan yang efektif, susu mentah berisiko membawa bakteri dan virus berbahaya. Menurut Food and Drug Administration (FDA), susu mentah dapat menjadi pembawa lebih dari 200 jenis wabah penyakit yang berbahaya. Salah satunya adalah virus influenza yang ditemukan dalam studi terbaru ini.
“Baca juga: Solusi Teknologi Hijau: Menyongsong Masa Depan yang Lebih Ramah Lingkungan”
Penelitian dari Stanford University juga mengungkapkan daya tahan virus influenza, khususnya H1N1PR8, dalam susu mentah yang disimpan pada suhu lemari es. Hasil penelitian menunjukkan bahwa virus ini tetap aktif dan dapat menular selama lima hari di dalam susu mentah. Mengyang Zhang, salah satu penulis studi ini, menambahkan bahwa virus influenza dapat mencemari permukaan atau bahan lain yang bersentuhan langsung dengan susu. Hal ini juga meningkatkan risiko penularan ke manusia maupun hewan.
Lebih lanjut, penelitian ini menemukan bahwa RNA virus influenza—molekul pembawa genetik dari virus—dapat terdeteksi dalam susu mentah hingga 57 hari. RNA ini tidak menimbulkan bahaya kesehatan langsung. Namun keberadaannya menjadi indikator penting dalam memantau penyebaran virus di lingkungan, seperti pada populasi ternak. Hal ini semakin menunjukkan pentingnya mengelola produk susu dengan hati-hati, terutama di tengah ancaman flu burung yang sedang berkembang.
Di sisi lain, susu yang dipasteurisasi melalui proses pemanasan terbukti jauh lebih aman karena dapat membunuh virus influenza yang menular. Pasteurisasi juga mengurangi RNA virus hingga 90 persen, sehingga menjadikan susu pasteurisasi pilihan yang lebih aman untuk dikonsumsi. Proses ini menunjukkan bahwa pasteurisasi bukan hanya untuk meningkatkan rasa dan daya simpan susu, tetapi juga untuk melindungi kesehatan konsumen.
“Simak juga: Perjalanan Terakhir Isak Andic: Pendiri Mango Meninggal Dunia di Gua Spanyol”
Penelitian ini semakin relevan mengingat meningkatnya ancaman flu burung yang dapat menyerang ternak sapi perah. Virus flu burung dapat menyebar melalui produk ternak, termasuk susu. Jika susu tersebut tidak dipasteurisasi, ia bisa mengandung patogen yang membahayakan kesehatan manusia. Peneliti dari Stanford juga mencatat bahwa limbah cair dari industri susu bisa menjadi sumber utama virus flu burung. Oleh karena itu, memantau limbah cair dari peternakan sapi perah sangat penting untuk mendeteksi aktivitas virus di populasi ternak yang terdekat.
Dengan meningkatnya ancaman flu burung, penelitian ini semakin mendesak untuk memperkuat sistem pemantauan dan pengolahan susu. Hal ini akan membantu mengurangi risiko penyebaran virus flu burung melalui produk susu. Dimana hal ini bisa menular ke manusia jika tidak dipasteurisasi dengan benar. Studi ini juga menyoroti betapa pentingnya kesadaran akan bahaya yang ditimbulkan oleh susu mentah. Terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, ibu hamil, dan individu dengan sistem kekebalan tubuh lemah.
Bagi konsumen, penting untuk memahami bahwa meskipun susu mentah dapat menawarkan beberapa manfaat, potensi risikonya jauh lebih besar. Mengonsumsi susu yang dipasteurisasi adalah langkah yang lebih aman. Hal ini dikarenakan proses pasteurisasi efektif membunuh bakteri dan virus yang dapat menyebabkan penyakit serius. Oleh karena itu, memilih produk susu yang sudah dipasteurisasi adalah pilihan yang bijaksana untuk menjaga kesehatan diri sendiri dan orang lain.
Dengan adanya penelitian ini, diharapkan konsumen lebih berhati-hati dalam memilih produk susu yang akan dikonsumsi, serta lebih memahami pentingnya proses pasteurisasi sebagai langkah untuk melindungi kesehatan dari berbagai ancaman penyakit menular.
Global Health Wire - Sembilan hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan adanya wabah pneumonia misterius di Wuhan,…
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
This website uses cookies.