
Waspadai Kandungan Arsenik Beras, Ini Cara Masak yang Aman
Global Health Wire – Kandungan arsenik beras menjadi perhatian serius karena berpotensi membahayakan kesehatan jika dikonsumsi dalam jangka panjang. Beras yang menjadi makanan pokok jutaan orang ternyata bisa mengandung bahan kimia berbahaya, salah satunya arsenik, yang dapat memicu kanker. Meski begitu, Anda tidak perlu panik. Cara memasak nasi yang tepat terbukti bisa mengurangi kadar racun tersebut secara signifikan.
Dalam beberapa kasus, nasi dapat menyebabkan keracunan arsenik, zat beracun yang kerap berasal dari limbah industri atau pestisida yang mengendap di tanah tempat padi ditanam. Arsenik sendiri merupakan unsur logam alami yang terdapat di air, udara, dan tanah, lalu diserap oleh tanaman pangan seperti padi saat proses tumbuhnya.
“Simak Juga: Diet Mediterania, Pola Makan Sehat dari Negeri Laut Tengah”
Padi yang tumbuh di lahan tergenang air memiliki kecenderungan lebih tinggi dalam menyerap arsenik, terutama arsenik anorganik yang tergolong sangat beracun. Tak heran, sejumlah lembaga pangan dan kesehatan dunia telah mengklasifikasikan arsenik sebagai zat karsinogenik, yang berarti paparan dalam jangka panjang dapat meningkatkan risiko kanker.
Tanaman padi memiliki mekanisme alami yang membuatnya lebih mudah menyerap arsenik dibandingkan tanaman lain. Jika dikonsumsi terus-menerus tanpa pengolahan yang tepat, kandungan arsenik tersebut dapat menumpuk di dalam tubuh manusia.
Paparan arsenik jangka panjang telah dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan serius, seperti kanker kulit, paru-paru, kandung kemih, dan penyakit jantung. Oleh karena itu, penting untuk mengetahui cara memasak nasi yang benar untuk meminimalkan risiko tersebut.
Mengutip Healthshots, penelitian di Queen’s University Belfast, Irlandia, menemukan beberapa teknik memasak nasi yang bisa secara efektif mengurangi kadar arsenik dalam beras. Berikut adalah tiga metode yang diuji:
Tambahkan air dua kali lipat dari jumlah beras, kemudian masak hingga air menguap. Namun, metode ini kurang efektif menurunkan arsenik.
Tambahkan air lima kali lipat, rendam beberapa jam, lalu buang air rendamannya sebelum dimasak. Hasilnya, kadar arsenik berkurang hampir 50 persen.
Metode ini adalah yang paling efektif. Merendam beras semalaman dalam air dapat mengurangi kadar arsenik hingga 80 persen sebelum dimasak.
Jika Anda tidak memiliki waktu untuk merendam beras semalaman, tidak perlu khawatir. Merendam selama 3–4 jam sebelum dimasak juga sudah membantu menurunkan kandungan arsenik beras, meski tidak sebanyak metode semalam.
“Baca Juga: Tari Jaipong, Tarian Energetik dari Jawa Barat”
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
Global Health Wire - Tantangan kesehatan global baru terus muncul dan membawa dampak serius pada kualitas hidup masyarakat di berbagai…
Global Health Wire - Berita kesehatan global riset medis selalu menjadi topik yang penting untuk diikuti karena terus memberikan informasi…
Global Health Wire - Berita kesehatan global perlu diikuti agar masyarakat dan tenaga medis selalu update dengan tren dan perkembangan…
Global Health Wire - Terobosan teknologi medis global kini menghadirkan berbagai inovasi yang siap mengubah cara penanganan berbagai penyakit kritis…
This website uses cookies.