
Global Healthwire – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) telah menetapkan penyakit cacar monyet alias mpox sebagai darurat kesehatan global. Penetapan ini diumumkan setelah lonjakan kasus di Afrika, terutama pada bulan Agustus 2024. Hal ini menandakan bahwa penyebaran cacar monyet di benua tersebut berpotensi meluas ke negara atau bahkan benua lain. Keputusan WHO ini mengundang perhatian global karena penyakit ini tidak hanya berdampak pada kesehatan masyarakat Afrika, tetapi juga dapat mengancam negara-negara lain.
Sejak awal tahun 2024, kasus cacar monyet di Afrika telah meningkat tajam. Data dari WHO mencatat lebih dari 14 ribu kasus dan 524 kematian di seluruh benua Afrika. Angka ini melonjak signifikan dibandingkan dengan tahun 2023. Sebagian besar kasus dan kematian ini terjadi di Republik Demokratik Kongo, yang menyumbang sekitar 96% dari total kasus.
Penyakit cacar monyet telah terdeteksi di 13 negara Afrika, dengan jumlah kasus pada 2024 meningkat sebesar 160% dibandingkan tahun lalu. Selain itu, jumlah kematian juga meningkat 19%. Hal ini menunjukkan tingkat penyebaran yang lebih cepat dan dampak yang lebih besar dari penyakit ini.
“Baca juga: Hotel Terbaik di Penang untuk Anda yang Berobat: Pilihan Nyaman dan Strategis”
Pada awal 2024, ilmuwan melaporkan penemuan jenis baru dari virus cacar monyet yang lebih mematikan. Jenis baru ini ditemukan di kota pertambangan Kongo dan dikatakan dapat membunuh hingga 10% dari yang terinfeksi, serta lebih mudah menyebar. Gejala dan lesi yang muncul pada infeksi jenis baru ini lebih ringan pada alat kelamin, yang membuatnya lebih sulit dideteksi. Akibatnya, virus ini bisa ditularkan oleh individu yang tidak menyadari bahwa mereka telah terinfeksi.
Menurut Dr. Placide Mbala-Kingebeni, seorang peneliti di Kongo, kesulitan untuk mendeteksi infeksi ini menyebabkan banyak orang terinfeksi tanpa mengetahui bahwa mereka membawa virus tersebut, yang kemudian dapat menularkan kepada orang lain.
WHO memperingatkan bahwa meskipun sebagian besar kasus terjadi di Afrika, risiko penyebaran cacar monyet ke negara lain tetap ada. Baru-baru ini, kasus pertama dari varian baru cacar monyet ditemukan pada seseorang yang datang dari Afrika ke Swedia. Meskipun pihak berwenang di Swedia menyatakan bahwa risiko terhadap masyarakat umum dianggap “sangat rendah”, namun kasus “impor” ini menunjukkan potensi penyebaran yang lebih luas.
Dr. Tedros Adhanom Ghebreyesus, Direktur Jenderal WHO, menyatakan bahwa mereka khawatir terhadap kemungkinan penyebaran lebih lanjut di Afrika dan negara-negara tetangganya. Hal ini menambah urgensi dalam penanganan penyakit ini agar tidak menular ke negara lain. Lebih dikhawatirkan apabila menjadi wabah global seperti yang terjadi pada 2022.
“Simak juga: Maksimalkan Hobi Olahraga dengan 7 Wearable Terbaik yang Wajib Kamu Miliki”
Yang lebih memprihatinkan, anak-anak di bawah usia 15 tahun kini tercatat lebih dari 70% dari kasus cacar monyet di Kongo dan sekitar 85% dari kematian. Di negara-negara yang mengalami ketegangan sosial dan perang, seperti Kongo, penyebaran penyakit ini menjadi lebih sulit untuk dikendalikan. Kamp-kamp pengungsi yang padat, dengan kondisi sanitasi yang buruk, menjadi tempat yang rawan penularan virus.
Greg Ramm, Direktur Save the Children di Kongo, menyatakan kekhawatirannya terhadap anak-anak yang tinggal di kamp pengungsi dengan kondisi tidak higienis dan sistem kesehatan yang rapuh. Menurutnya, sekitar 345 ribu anak tinggal di tenda-tenda yang tidak layak, sehingga meningkatkan potensi penyebaran penyakit yang lebih cepat.
Penetapan cacar monyet sebagai darurat kesehatan global oleh WHO bertujuan untuk memobilisasi sumber daya dan kolektif internasional untuk merespons dengan cepat dan tegas. Dr. Jean Kaseya, Direktur CDC Afrika, menegaskan bahwa deklarasi ini diharapkan bisa membantu negara-negara dalam mengerahkan upaya untuk menanggulangi wabah ini. Dalam rangka ini dengan meningkatkan kesadaran, mendistribusikan vaksin, dan memperkuat sistem kesehatan.
Dengan ancaman penyebaran yang semakin luas, sangat penting untuk tetap waspada terhadap perkembangan kasus cacar monyet di berbagai wilayah. Kita juga wajib mengikuti panduan dari otoritas kesehatan untuk mencegah terjadinya wabah yang lebih besar.
Global Health Wire - Sembilan hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan adanya wabah pneumonia misterius di Wuhan,…
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
This website uses cookies.