
Antibiotik ISK Tanpa Resep? Ini Peringatan Dokter
Global Health Wire – Infeksi Saluran Kemih (ISK) adalah salah satu penyakit yang umum terjadi dan biasanya diobati dengan antibiotik. Namun, mengonsumsi antibiotik ISK tanpa resep dokter justru bisa membahayakan kesehatan, bahkan berisiko menyebabkan komplikasi serius.
Dr. Santi, Health Management Specialist di Corporate HR Kompas Gramedia, menegaskan bahwa penggunaan antibiotik tanpa resep dokter untuk mengobati ISK sangat berbahaya. “Pengobatan ISK yang tidak tepat bisa menyebabkan komplikasi seperti kerusakan ginjal, sepsis, jaringan parut di saluran kemih, dan bahkan kematian,” ujarnya kepada Kompas.com, Kamis (19/6/2025).
“Simak Juga: Lindungi Anak Laki-laki dari Kanker dengan Vaksin HPV”
Kisah tragis Ricard Siagian, diaspora Indonesia di Philadelphia, menjadi contoh nyata. Ricard, seorang seniman tato, mengidap ISK pada 2015. Karena tidak memiliki asuransi kesehatan, ia nekat mengonsumsi antibiotik milik orang lain tanpa konsultasi medis. Awalnya, kondisinya membaik, tetapi kemudian tubuhnya gemetaran, ototnya nyeri, dan ginjalnya rusak. Ia terus mengonsumsi antibiotik dari berbagai sumber tanpa pengawasan dokter. Ricard akhirnya mengalami insomnia parah selama setahun hingga meninggal dunia pada 2016.
Kisah Ricard kembali viral pada Juni 2025, ketika Youtuber Ray William Johnson mengangkat ceritanya. Video tersebut ramai diperbincangkan di media sosial dan menjadi peringatan keras bagi banyak orang.
Dr. Santi menegaskan, penggunaan antibiotik tanpa resep dapat memperparah infeksi jika jenis antibiotiknya tidak tepat. “Pengobatan yang salah justru akan memperburuk ISK karena bakteri tidak dibasmi dengan benar,” jelasnya.
Selain itu, ada risiko alergi antibiotik yang dapat memicu reaksi serius pada tubuh. Jika seseorang alergi terhadap jenis antibiotik tertentu, ia juga harus menghindari kelompok antibiotik sejenis.
Salah satu bahaya terbesar dari penggunaan antibiotik sembarangan adalah resistensi bakteri. “Jika antibiotik digunakan tidak sesuai dosis dan aturan, bakteri bisa menjadi kebal dan sulit disembuhkan. Resistensi ini bisa menular ke orang lain dan menjadi ancaman kesehatan masyarakat,” tegas Santi.
Ia menambahkan bahwa membagi antibiotik dengan orang lain atau tidak menghabiskan dosis yang diresepkan dapat memicu munculnya bakteri resisten yang berbahaya.
Antibiotik juga dapat menimbulkan efek samping seperti mual, muntah, diare, sakit kepala, dan pusing. Pada beberapa kasus, seperti yang dialami Ricard, efek sampingnya dapat memicu insomnia kronis yang memperburuk kondisi kesehatan secara keseluruhan.
“Insomnia yang tidak teratasi bisa memicu berbagai penyakit dan memperburuk kondisi yang sudah ada. Ini menjadi lingkaran setan yang berbahaya,” ungkap Santi.
Menurut Santi, pengobatan penyakit, termasuk ISK, harus dipersonalisasi. “Setiap orang bisa memiliki kebutuhan pengobatan yang berbeda, meski keluhannya sama. Pengobatan adalah kombinasi ilmu dan seni yang harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien,” jelasnya.
Mengonsumsi antibiotik tanpa pengawasan medis hanya akan membuka risiko komplikasi dan bahaya yang lebih besar. Oleh karena itu, selalu konsultasikan dengan dokter sebelum menggunakan antibiotik.
“Baca Juga: Lengkap! Jadwal, Tiket, dan Konser Jakarta Fair Kemayoran 2025”
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
Global Health Wire - Tantangan kesehatan global baru terus muncul dan membawa dampak serius pada kualitas hidup masyarakat di berbagai…
Global Health Wire - Berita kesehatan global riset medis selalu menjadi topik yang penting untuk diikuti karena terus memberikan informasi…
Global Health Wire - Berita kesehatan global perlu diikuti agar masyarakat dan tenaga medis selalu update dengan tren dan perkembangan…
Global Health Wire - Terobosan teknologi medis global kini menghadirkan berbagai inovasi yang siap mengubah cara penanganan berbagai penyakit kritis…
Global Health Wire - Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) terus memperkuat upaya global menghadapi ancaman virus yang belum pernah terjadi sebelumnya.…
This website uses cookies.