
Aturan Minum Obat Cacing: Harus Diulang atau Cukup Sekali?
Global Health Wire – Kasus seorang balita asal Sukabumi yang mengeluarkan hampir satu kilogram cacing dari tubuhnya membuat masyarakat heboh dan khawatir. Banyak orang kemudian buru-buru minum obat cacing agar terhindar dari infeksi. Namun, muncul pertanyaan: berapa kali sebenarnya obat cacing perlu diminum supaya efektif?
Menurut dr. Santi, Health Management Specialist Corporate HR Kompas Gramedia, dosis tunggal obat cacing setiap enam bulan sekali sudah cukup untuk membasmi cacing dewasa dalam tubuh. Dengan kata lain, seseorang cukup minum obat cacing dua kali setahun, tanpa perlu mengulang dosis setelah dua minggu, kecuali pada kasus tertentu.
“Simak Juga: Hati-hati! 9 Risiko Kesehatan Jika Menjalani Diet Karnivora”
Infeksi cacing kremi menjadi pengecualian penting. Obat cacing memang efektif membasmi cacing dewasa, tetapi tidak dapat mematikan telurnya. Telur biasanya menetas setelah dua minggu berada di tubuh manusia. Karena itu, penderita cacing kremi disarankan mengulang dosis setelah dua minggu agar benar-benar sembuh.
Santi menegaskan bahwa penggunaan obat cacing untuk pengobatan harus sesuai anjuran dokter. Jenis obat, dosis, hingga frekuensi minum sangat bergantung pada jenis cacing yang menginfeksi, berat badan, serta kondisi kesehatan seseorang. Jika ingin minum obat ini sebagai pencegahan, sebaiknya tetap berkonsultasi dengan dokter agar aman, terutama bagi ibu hamil atau orang yang sedang mengonsumsi obat tertentu.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan pemberian obat cacing pada anak mulai usia dua tahun. Sementara bagi orang dewasa, tidak ada batasan usia untuk konsumsi obat cacing. Selain itu, keluarga yang memiliki hewan peliharaan juga disarankan memberikan obat cacing pada hewan agar tidak menularkan parasit ke manusia.
Balita bernama Raya dari Sukabumi yang sempat mengeluarkan satu kilogram cacing dari tubuhnya menjadi contoh betapa seriusnya infeksi cacing bila dibiarkan. Namun, menurut laporan, penyebab kematiannya bukan cacingan, melainkan sepsis. Kasus ini tetap menjadi pengingat pentingnya menjaga kebersihan, pola makan sehat, dan rutin minum obat cacing sesuai anjuran.
“Baca Juga: Hubungan Memburuk! Australia Usir Dubes Iran, Ada Apa?”
Global Health Wire - Sembilan hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan adanya wabah pneumonia misterius di Wuhan,…
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
This website uses cookies.