
Jangan Gegabah! Ini Dampak Buruk Membagikan Data Medis ke AI
Global Health Wire – Data medis dan informasi pribadi lainnya sebaiknya tidak sembarangan dibagikan ke platform kecerdasan buatan (AI). Meski AI kini semakin meluas penggunaannya dalam pekerjaan, pendidikan, hingga aktivitas pribadi, risikonya tetap serius jika data sensitif tersebut bocor.
“Membagikan data-data penting dapat menimbulkan risiko kebocoran informasi hingga penyalahgunaan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Tangerang, Mugiya Wardhany, dikutip Kamis (9/11/2025).
Sekali data pribadi tersebar, sulit untuk mengendalikan siapa saja yang dapat mengakses atau menggunakan informasi itu. Hal ini menjadi ancaman nyata di era digital, terutama ketika banyak orang mulai mengandalkan AI untuk beragam keperluan.
“Simak Juga: Vape Dinilai Sangat Berbahaya, Begini Penjelasan Dokter Paru”
Beberapa jenis data yang sebaiknya tidak dibagikan ke platform AI, antara lain:
Semua informasi tersebut sangat rentan disalahgunakan, misalnya untuk kejahatan digital, penipuan identitas, atau pemerasan.
Hasil pemeriksaan medis sering dianggap sepele untuk dibagikan, misalnya ke chatbot AI. Namun, menurut laporan teknologi global, model AI generatif bisa menyimpan data itu sebagai bagian dari dataset pelatihan.
Artinya, data medis pribadi berisiko diakses pihak lain, termasuk penyedia layanan kesehatan, calon pemberi kerja, atau lembaga pemerintah. Lebih berbahaya lagi, kebocoran data medis bisa dijadikan bahan manipulasi finansial dan penipuan yang menargetkan kelemahan korban.
Mugiya Wardhany menekankan, AI tetap bisa dimanfaatkan untuk hal-hal positif, seperti mencari referensi belajar, mendukung pekerjaan administratif, atau menulis ide kreatif. Namun, pengguna harus cerdas memilah informasi yang aman untuk dibagikan.
Keamanan data pribadi adalah tanggung jawab bersama, baik pengguna maupun penyedia layanan. Dengan kesadaran digital yang lebih tinggi, risiko kebocoran informasi bisa ditekan, sehingga masyarakat dapat menikmati manfaat AI tanpa mengorbankan privasi mereka.
“Baca Juga: Direktur FBI, Tersangka Penembakan Charlie Kirk Dibebaskan Usai Interogasi”
Informasi ini bersumber dari Kompas. Data medis dan informasi pribadi lainnya sebaiknya tidak sembarangan dibagikan ke platform kecerdasan buatan (AI). Simak ulasan lengkapnya di GlobalHealthWire.
|Penulis: Lukman Azhari
|Editor: Anna Hidayat
Global Health Wire - Sembilan hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan adanya wabah pneumonia misterius di Wuhan,…
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
This website uses cookies.