
Jokowi Alami Alergi Kulit, Ini Kemungkinan Pemicunya
Global Health Wire – Presiden ke-7 Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi), dilaporkan mengalami alergi kulit yang memengaruhi tampilan wajahnya. Menurut ajudannya, Kompol Syarif Muhammad Fitriansyah, Jokowi mengalami peradangan pada kulit wajah yang mulai muncul setelah kunjungannya ke Vatikan beberapa waktu lalu. Meski begitu, kondisi Jokowi dikabarkan sudah membaik dan saat ini dalam proses pemulihan.
Terkait kondisi ini, Spesialis Kulit dan Kelamin, dr. Arini Astasari Widodo, menjelaskan bahwa alergi kulit merupakan gangguan yang umum terjadi pada banyak orang. Berdasarkan foto-foto Jokowi yang beredar di media sosial, dr. Arini menduga adanya hiperpigmentasi (bercak kulit lebih gelap) dan hipopigmentasi (bercak lebih terang) pada area wajah bagian bawah dan leher.
“Simak Juga: Kemenkes, Kasus HIV 356 Ribu, Fokus Strategi Jangka Panjang”
“Perubahan warna kulit tersebut kemungkinan besar mengarah pada kondisi post-inflammatory pigment alteration (PIPA), yaitu perubahan warna kulit setelah peradangan,” ujar dr. Arini pada Senin (23/6/2025).
Ia menambahkan bahwa kondisi ini dapat disebabkan oleh berbagai jenis peradangan kulit. Ini seperti alergi, dermatitis, iritasi, atau reaksi fotosensitivitas akibat paparan sinar matahari. Namun, untuk mendapatkan diagnosis yang akurat, dr. Arini menegaskan perlunya pemeriksaan fisik langsung oleh dokter spesialis.
Spesialis kulit dan kelamin lainnya, dr. I Nyoman Darma, SpKK(K), turut menjelaskan bahwa alergi kulit adalah reaksi sistem imun yang berlebihan terhadap zat-zat yang seharusnya tidak berbahaya. Ini seperti debu, logam, makanan, atau bahan dalam produk kosmetik.
“Ketika tubuh keliru mengenali zat tersebut sebagai ancaman, sistem imun akan melepaskan senyawa seperti histamin yang memicu peradangan pada kulit,” jelas dr. Darma.
Menurutnya, kulit wajah cenderung lebih sensitif, sehingga peradangan di area tersebut sering kali tampak lebih jelas. Kondisi ini dapat bertahan lebih lama, apalagi jika sering terpapar sinar matahari atau produk harian.
Dr. Darma memaparkan beberapa jenis alergi kulit yang umum terjadi, di antaranya:
Dokter menyarankan agar penderita alergi kulit, terutama yang terjadi di area wajah, segera mendapatkan penanganan medis. Ini untuk menghindari komplikasi dan mempercepat proses pemulihan.
“Baca Juga: Polemik Empat Pulau, BEM USU, Hormati Keputusan Presiden”
Global Health Wire - Sembilan hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan adanya wabah pneumonia misterius di Wuhan,…
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
This website uses cookies.