
Kaitan Erat Reumatoid Artritis dan Penyakit Periodontal
Global Health Wire – Reumatoid artritis (RA) dan penyakit periodontal ternyata memiliki hubungan yang lebih dekat dari yang banyak orang bayangkan. Keduanya adalah penyakit peradangan kronis yang mempengaruhi jaringan berbeda, namun memiliki mekanisme dasar yang serupa, yaitu respons imun yang berlebihan dan peradangan jangka panjang.
Reumatoid artritis adalah penyakit autoimun yang menyerang sendi, menyebabkan rasa sakit, pembengkakan, dan kekakuan, terutama pada tangan dan kaki. Sementara itu, penyakit periodontal atau penyakit gusi adalah infeksi kronis yang menyerang jaringan penyangga gigi, termasuk gusi dan tulang rahang.
“Simak Juga: Tidur Siang Berlebihan Memicu Risiko Kematian, Ungkap Studi”
Meskipun mempengaruhi bagian tubuh yang berbeda, penelitian menunjukkan bahwa keduanya dipicu oleh peradangan sistemik dan respons imun yang tidak terkontrol.
Beberapa studi telah menemukan bahwa penderita reumatoid artritis memiliki risiko lebih tinggi untuk mengalami penyakit periodontal, dan sebaliknya, penderita penyakit periodontal lebih rentan mengalami keparahan gejala RA.
Peradangan pada RA dan periodontitis sama-sama dipicu oleh produksi berlebihan sitokin proinflamasi. Ini seperti TNF-α dan IL-6 yang berperan dalam merusak jaringan. Selain itu, adanya bakteri penyebab periodontitis seperti Porphyromonas gingivalis diduga dapat memicu atau memperburuk respons autoimun pada RA.
Faktanya, Porphyromonas gingivalis diketahui memiliki enzim yang dapat memicu proses autoimunitas pada RA. Prosesnya yaitu dengan mengubah protein tubuh menjadi bentuk yang dikenali sebagai “asing” oleh sistem imun.
Ketika seseorang menderita kedua penyakit ini, dampak yang ditimbulkan bisa lebih berat. Peradangan dari periodontitis dapat memperburuk kondisi sendi pada RA, dan peradangan sendi pada RA dapat mempersulit upaya menjaga kesehatan mulut, seperti menyikat gigi dengan benar.
Beberapa penelitian juga menemukan bahwa pengobatan periodontitis dapat membantu mengurangi keparahan gejala RA. Ini menunjukkan bahwa menjaga kesehatan gigi dan mulut bukan hanya penting untuk mencegah infeksi lokal. Namun, juga berdampak pada pengendalian penyakit sistemik seperti RA.
Melihat keterkaitan yang erat ini, penting bagi penderita RA untuk memperhatikan kesehatan mulut secara rutin. Kolaborasi antara dokter gigi dan dokter spesialis reumatologi menjadi langkah penting dalam mengelola kedua penyakit ini secara efektif.
Pemeriksaan gigi berkala, perawatan periodontal, serta pengendalian peradangan melalui pengobatan yang tepat dapat membantu meningkatkan kualitas hidup penderita RA sekaligus mencegah komplikasi yang lebih berat. Dengan pendekatan yang terintegrasi, risiko kerusakan jangka panjang pada sendi dan gigi dapat ditekan secara signifikan.
“Baca Juga: Agam Rinjani Jadi Sorotan Media Brasil Usai Evakuasi Juliana”
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
This website uses cookies.