
Karies Leher Gigi Pasca-Radioterapi: Mengapa Terjadi dan Bagaimana Mencegahnya?
Global Health Wire – Karies leher gigi adalah kerusakan serius pada area gigi yang terletak di dekat gusi, tepat di sekitar leher gigi. Kondisi ini sering kali berkembang lebih cepat dan terasa lebih parah dibanding karies biasa karena area tersebut relatif tipis dan dekat dengan jaringan penyangga gigi. Pada pasien yang menjalani radioterapi, terutama di bagian kepala dan leher, risiko munculnya karies leher gigi meningkat secara signifikan.
Radioterapi yang ditujukan untuk mengatasi kanker di area kepala dan leher dapat berdampak pada rongga mulut. Salah satu efek samping paling umum adalah xerostomia atau mulut kering akibat kerusakan kelenjar ludah. Air liur berperan penting dalam menjaga keseimbangan pH mulut, membilas sisa makanan, dan melindungi gigi dari bakteri.
“Baca Juga: Ahli Medis Bongkar Rutinitas Pagi yang Diam-Diam Merusak Kesehatan Jantung”
Tanpa cukup air liur, bakteri lebih mudah menempel di permukaan gigi, terutama di area leher gigi yang sensitif. Kondisi ini mempercepat proses demineralisasi enamel dan memicu terbentuknya karies yang sulit dikendalikan.
Selain itu, perubahan struktur enamel dan dentin akibat paparan radiasi juga membuat gigi lebih rapuh. Karies yang terjadi pada pasien pasca-radioterapi biasanya berkembang cepat, merusak beberapa gigi sekaligus, dan sering disebut sebagai radiation caries.
Pasien yang mengalami karies jenis ini umumnya merasakan:
Karena sifatnya yang progresif, karies leher gigi akibat radioterapi sering membutuhkan perawatan intensif dari dokter gigi.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati, terutama bagi pasien yang sedang atau sudah menjalani radioterapi. Beberapa langkah pencegahan yang dianjurkan antara lain:
Jika karies sudah terbentuk, perawatan dapat mencakup penambalan, aplikasi fluoride, hingga perawatan saluran akar. Pada kasus yang parah, pencabutan mungkin menjadi pilihan terakhir.
Karies di sekitar leher gigi akibat radioterapi merupakan komplikasi serius yang perlu diperhatikan pasien kanker kepala dan leher. Pencegahan melalui perawatan mulut intensif dan kunjungan rutin ke dokter gigi menjadi kunci utama untuk menjaga kesehatan gigi pasca-terapi. Dengan perawatan yang tepat, risiko kehilangan gigi dapat diminimalkan dan kualitas hidup pasien tetap terjaga.
“Simak Juga: Heboh! Tak Hanya 370%, PBB Jombang Naik Drastis hingga 1.202%”
Global Health Wire - Sembilan hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan adanya wabah pneumonia misterius di Wuhan,…
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
This website uses cookies.