
Kemenkes: Kasus Sifilis Tembus 20 Ribu, Apa Penyebabnya?
Global Health Wire – Kemenkes mengungkapkan bahwa kasus sifilis di Indonesia mencapai 23.347 orang sepanjang 2024, menunjukkan tren yang mengkhawatirkan. Penyakit yang dikenal juga sebagai “raja singa” ini merupakan infeksi menular seksual (IMS) yang disebabkan oleh bakteri Treponema pallidum.
Dalam unggahan resmi di Instagram, Kemenkes memberi peringatan, “Sifilis enggak pilih-pilih. Yang enggak ‘nakal’ pun bisa kena. Karena itu, jangan cuma jaga image. Jaga kesehatanmu juga.”
Mengutip Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), sifilis adalah IMS yang bisa dicegah dan diobati, namun berpotensi menyebabkan komplikasi permanen jika tidak ditangani. Penyakit ini dapat merusak jantung, otak, tulang, mata, hingga sistem saraf.
“Simak Juga: Amankah Makan 2 Telur Rebus Setiap Hari? Ini Penjelasan Ahli”
Yang menjadi masalah, sebagian besar kasus sifilis tidak menunjukkan gejala awal atau kerap disalahartikan. WHO memperkirakan lebih dari 8 juta orang usia 15–49 tahun di dunia sudah terinfeksi sifilis pada 2022.
Sifilis juga sangat berisiko selama kehamilan. Bila tidak diobati, infeksi dapat menyebabkan keguguran, kelahiran mati, atau bayi lahir dengan sifilis kongenital, yang bisa berdampak seumur hidup.
Penularan sifilis terjadi melalui kontak langsung dengan luka terbuka (chancre) pada area kelamin, mulut, atau anus saat berhubungan seks vaginal, oral, maupun anal. Penularan juga bisa terjadi, meski jarang, melalui ciuman atau sentuhan kulit ke luka aktif.
Sifilis juga bisa menular dari ibu ke bayi selama kehamilan atau menyusui. Oleh karena itu, penggunaan kondom dan pemeriksaan rutin sangat disarankan untuk mencegah penularan, terutama bagi pasangan aktif secara seksual dan ibu hamil pada trimester awal kehamilan.
Kemenkes menegaskan bahwa sifilis bukan hanya soal perilaku seksual bebas. “Siapa pun bisa terinfeksi. Masih banyak yang salah paham tentang penyakit ini,” ujar mereka.
Penting diketahui, sifilis tidak akan kambuh sendiri setelah sembuh, tetapi seseorang bisa terinfeksi ulang jika terpapar kembali pada bakteri dari orang lain, terutama tanpa perlindungan atau pemeriksaan kesehatan yang rutin dan menyeluruh.
“Baca Juga: Nekat Terobos Rumah Jungkook, Fans China Ditahan Polisi”
Global Health Wire - Sembilan hari sebelum Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) secara resmi mengumumkan adanya wabah pneumonia misterius di Wuhan,…
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
This website uses cookies.