
Keracunan Mengintai, Ini Buah yang Harus Dikonsumsi dengan Benar
Global Health Wire – Keracunan buah bisa terjadi bila cara mengonsumsinya tidak tepat, meski pada dasarnya buah dikenal sangat bermanfaat bagi tubuh. Tak heran para ahli kesehatan tetap menyarankan konsumsi buah setiap hari sebagai bagian dari pola hidup sehat.
Namun, meski menyehatkan, ternyata ada beberapa kombinasi buah yang sebaiknya dihindari. Alih-alih memberi manfaat, campuran tertentu justru bisa menyebabkan gangguan pencernaan bahkan menurunkan manfaat nutrisi yang seharusnya didapat.
Menurut konselor diet Dr. Swathi Reddy, mencampur berbagai jenis buah dengan sayuran atau buah lain terkadang dapat memicu masalah pencernaan, bahkan dalam kasus tertentu bisa berisiko menyebabkan keracunan buah. Karena itu, penting memperhatikan cara kita mengombinasikan buah.
“Simak Juga: Diabetes Tipe 1 pada Anak, Ancaman Serius Bila Telat Diagnosis, Bisa Sebabkan Kematian”
Hindari mencampur melon atau semangka dengan buah-buahan lain. Kedua buah ini memiliki kandungan air yang sangat tinggi sehingga lebih cepat dicerna dibandingkan buah lain. Jika dipadukan, sistem pencernaan bisa kesulitan bekerja dengan baik.
“Melon hanya boleh dimakan bersama melon, karena sifatnya berbeda dari buah lainnya,” jelas Dr. Reddy.
Pisang sebagai buah bertepung tidak cocok dikombinasikan dengan buah berprotein tinggi seperti jambu biji, aprikot kering, kiwi, alpukat, atau blackberry. Tubuh membutuhkan kondisi asam untuk mencerna protein, tetapi membutuhkan alkali untuk memecah pati. Jika dicampur, proses pencernaan bisa terganggu.
Buah asam dan sub-asam seperti jeruk bali, stroberi, apel, delima, atau persik sebaiknya tidak dimakan bersama buah manis seperti pisang atau kismis. Kombinasi ini sering menimbulkan masalah pencernaan, mual, bahkan sakit kepala. Dalam jangka panjang, perpaduan ini juga bisa menyebabkan asidosis pada sebagian orang.
Meski terdengar segar, campuran pepaya dan lemon sebaiknya dihindari. Menurut Dr. Reddy, kombinasi ini dapat memicu ketidakseimbangan hemoglobin hingga risiko anemia. Kondisi tersebut bisa lebih berbahaya jika dikonsumsi oleh anak-anak.
Selain buah dengan buah, buah juga sebaiknya tidak dicampur sembarangan dengan sayuran dalam salad. Kandungan gula alami pada buah dapat menghambat proses pencernaan sayuran. Misalnya, jeruk yang dipadukan dengan wortel justru berpotensi menimbulkan ketidaknyamanan pada perut.
Meskipun buah merupakan sumber kalium, vitamin C, asam folat, dan antioksidan penting lainnya, kita tetap perlu bijak dalam mengonsumsinya. Menghindari kombinasi tertentu membantu sistem pencernaan bekerja lebih baik dan mencegah masalah kesehatan jangka panjang.
Perlu diingat juga, buah apa pun jika dikonsumsi berlebihan tetap tidak baik. Kunci dari manfaat buah adalah keseimbangan, variasi, serta cara mengombinasikannya dengan benar agar nutrisi dapat diserap tubuh secara optimal.
“Baca Juga: Reputasi NU Terseret Kasus Korupsi Haji, PBNU Dorong KPK Bertindak Cepat”
Informasi ini bersumber dari CNBCIndonesia. Keracunan buah bisa terjadi bila cara mengonsumsinya tidak tepat, meski pada dasarnya buah dikenal sangat bermanfaat bagi tubuh. Simak ulasan lengkapnya di GlobalHealthWire.
|Penulis: Lukman Azhari
|Editor: Anna Hidayat
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
Global Health Wire - Tantangan kesehatan global baru terus muncul dan membawa dampak serius pada kualitas hidup masyarakat di berbagai…
Global Health Wire - Berita kesehatan global riset medis selalu menjadi topik yang penting untuk diikuti karena terus memberikan informasi…
Global Health Wire - Berita kesehatan global perlu diikuti agar masyarakat dan tenaga medis selalu update dengan tren dan perkembangan…
This website uses cookies.