
Manfaat Bengkuang, Si Putih Segar Penjaga Jantung dan Usus
Global Health Wire – Manfaat bengkuang semakin dikenal berkat kandungan nutrisinya yang melimpah dan menyehatkan bagi tubuh. Umbi-umbian yang juga disebut bengkoang ini memiliki rasa renyah, sedikit manis, dan menyegarkan, sehingga cocok dijadikan camilan sehat atau pelengkap berbagai hidangan. Ahli gizi Valerie Agyeman, RDN, bahkan menyebut bengkuang sebagai makanan yang “sangat menyegarkan” dan kaya manfaat bagi tubuh.
Dalam satu cangkir (130 gram) bengkuang mentah, terkandung sekitar 49 kalori, 6,4 gram serat, dan 26,3 miligram vitamin C. Ini hampir setara dengan sepertiga kebutuhan harian orang dewasa. Serat membantu memenuhi asupan harian yang sering kurang terpenuhi, sedangkan vitamin C berperan penting dalam menjaga daya tahan tubuh.
“Baca Juga: Cup Feeder dan Manfaatnya bagi Bayi Baru Lahir”
Menurut Agyeman, lebih dari 90% wanita dan 97% pria belum mencapai asupan serat harian yang disarankan. Ini menyebabkan dengan menambahkan bengkuang dalam menu harian bisa menjadi langkah praktis.
Serat dalam bengkuang membantu menurunkan kolesterol LDL (kolesterol jahat), menjaga tekanan darah, dan mengurangi risiko penyakit jantung maupun stroke. Sebuah studi tahun 2016 menunjukkan bahwa konsumsi 500 ml jus bengkuang dapat menurunkan tekanan darah diastolik dan risiko pembentukan bekuan darah.
Bengkuang mengandung inulin, serat prebiotik yang mendukung pertumbuhan bakteri baik di usus. Serat ini membantu melancarkan pencernaan, mengurangi sembelit, menurunkan kadar gula darah, dan meredakan peradangan. Konsumsi rutin dapat meningkatkan metabolisme, membantu pengelolaan berat badan, dan memperkuat sistem imun.
Bengkuang mengandung fitokimia rotenone, yang dalam penelitian dapat dikembangkan menjadi senyawa rotenoisin A dan B untuk terapi kanker payudara dan hati. Selain itu, kandungan antioksidan seperti vitamin C, vitamin E, selenium, dan beta-karoten membantu melawan stres oksidatif yang berhubungan dengan kanker, diabetes, dan penyakit kardiovaskular.
Rendah kalori dan tinggi serat membuat bengkuang ideal untuk diet. Studi pada hewan tahun 2019 menunjukkan bengkuang dapat menekan lonjakan gula darah, meningkatkan rasa kenyang, dan memperbaiki sensitivitas insulin, penting untuk mencegah diabetes tipe 2.
Bengkuang dapat dimakan mentah atau dimasak. Ia cocok dijadikan salad, dicampur buah tropis seperti mangga dan nanas, atau disajikan sebagai camilan sehat dengan perasan jeruk nipis dan taburan bubuk cabai. Ini memberikan sensasi segar, renyah, dan kaya nutrisi alami yang menyehatkan tubuh.
“Simak Juga: USU Wujudkan Kolaborasi Pengabdian Masyarakat Bersama di Aceh”
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
This website uses cookies.