
Mengandung Bakteri Berbahaya, Sabun Populer Ini Resmi Ditarik
Global Health Wire – Sejumlah produk cuci tangan, pembersih, dan antiseptik resmi ditarik dari pasaran setelah ditemukan terkontaminasi bakteri berbahaya. Mengutip laporan ABC News, perusahaan DermaRite Industries, LLC mengumumkan penarikan kembali beberapa produknya, termasuk:
Seluruh produk tersebut telah beredar di Amerika Serikat dan Puerto Riko.
DermaRite menjelaskan bahwa produk-produk tersebut terkontaminasi bakteri berbahaya, Burkholderia cepacia (B. cepacia atau Bcc), yang mampu menyebabkan infeksi serius bahkan mengancam nyawa.
“Simak Juga: Penelitian, Olahraga Intens Mengurangi Pertumbuhan Kanker Payudara 30 Persen”
“Produk terkontaminasi berpotensi digunakan oleh orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah, atau oleh mereka yang merawat pasien dengan kondisi serupa,” ungkap pihak DermaRite.
Pada orang sehat dengan luka kulit ringan, infeksi kemungkinan hanya terjadi secara lokal. Namun pada pasien dengan kekebalan tubuh lemah, bakteri ini dapat masuk ke aliran darah dan memicu sepsis, kondisi yang berpotensi fatal.
Menurut Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit (CDC) Amerika Serikat, B. cepacia biasanya ditemukan di tanah, air, serta permukaan dan produk yang terkontaminasi. Bakteri ini juga dapat menular melalui kontak langsung antar manusia.
Infeksi B. cepacia sering kali tidak menimbulkan gejala, namun pada beberapa kasus dapat menyebabkan masalah pernapasan, demam, hingga kelelahan.
Mereka yang memiliki sistem kekebalan tubuh rendah atau penyakit paru kronis, seperti fibrosis kistik, memiliki risiko lebih tinggi. Lebih mengkhawatirkan lagi, bakteri ini memiliki resistansi terhadap berbagai antibiotik, sehingga pengobatannya menjadi jauh lebih sulit.
DermaRite menyatakan telah mengirim pemberitahuan resmi kepada distributor dan pelanggan melalui email, meminta mereka segera memeriksa stok dan memusnahkan produk yang terkontaminasi sesuai prosedur masing-masing fasilitas.
Pihak berwenang juga mengimbau konsumen untuk menghentikan penggunaan produk tersebut, terutama pada individu rentan. Pemeriksaan laboratorium dan investigasi lanjutan kini tengah dilakukan untuk memastikan tidak ada produk lain yang terpapar kontaminasi serupa.
“Baca Juga: Donnarumma Siap Hengkang dari PSG, Manchester United Jadi Pilihan Utama”
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
This website uses cookies.