
Pentingnya Edukasi Kebersihan Menstruasi, PR Serius Sekolah
Global Health Wire – Setiap 28 Mei diperingati sebagai Hari Kebersihan Menstruasi Sedunia untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya MKM. Hal ini terutama di lingkungan sekolah tempat anak-anak menghabiskan banyak waktunya. Sayangnya, penerapan MKM (Manajemen Kebersihan Menstruasi) di sekolah Indonesia masih menghadapi berbagai tantangan.
Yayasan Plan International Indonesia bersama The SMERU Research Institute melakukan riset di sembilan sekolah di DKI Jakarta, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Hasilnya menunjukkan bahwa:
“Simak Juga: Mukosa Patches, Tanda Sifilis Sekunder di Rongga Mulut”
Silvia Devina, Water, Sanitation, Hygiene & Early Childhood Development Advisor dari Plan Indonesia, menyoroti bahwa kondisi ini bisa memicu gangguan kesehatan, terutama jika siswi enggan mengganti pembalut selama 8 jam karena toilet sekolah tidak nyaman.
Buruknya penerapan MKM disebabkan oleh tiga hal utama:
Sebanyak 63% orang tua tidak memberikan informasi cukup kepada anak perempuannya, dan 45% tidak membekali anak laki-lakinya dengan edukasi menstruasi, karena dianggap tabu atau tidak perlu.
Di beberapa daerah seperti NTB dan NTT, praktik-praktik salah masih ditemukan. Contohnya, pembalut bekas dikubur di halaman rumah, berisiko mencemari sumber air. Bahkan, ada kasus ibu yang mengenakan pembalut secara terbalik dan meneruskan kebiasaan ini ke anaknya. Praktik ini menunjukkan rendahnya pemahaman dasar tentang kebersihan menstruasi dan risiko kesehatan yang menyertainya. Kurangnya akses informasi dan layanan kesehatan yang memadai membuat praktik-praktik tidak higienis ini tetap terjadi dari generasi ke generasi.
Silvia menekankan pentingnya peran Usaha Kesehatan Sekolah (UKS) dalam memberikan edukasi menstruasi sejak dini, terutama saat anak-anak mulai menstruasi di usia 9–13 tahun. Edukasi yang tepat akan membantu menciptakan generasi yang lebih sehat, paham, dan tidak tabu membicarakan menstruasi. Sekolah dapat menjadi ruang aman bagi siswa untuk bertanya dan memahami perubahan tubuh mereka. Pelatihan guru, kurikulum sensitif gender, serta penyediaan fasilitas kebersihan sangat penting untuk mendukung penerapan MKM yang baik dan berkelanjutan.
“Baca Juga: Cappadocia, Keajaiban Alam dan Sejarah di Jantung Turki”
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
Global Health Wire - Tantangan kesehatan global baru terus muncul dan membawa dampak serius pada kualitas hidup masyarakat di berbagai…
Global Health Wire - Berita kesehatan global riset medis selalu menjadi topik yang penting untuk diikuti karena terus memberikan informasi…
Global Health Wire - Berita kesehatan global perlu diikuti agar masyarakat dan tenaga medis selalu update dengan tren dan perkembangan…
This website uses cookies.