
Pink Alami Infeksi E. Coli Saat Liburan, Apa Saja Gejalanya?
Global Health Wire – Infeksi E. Coli membuat penyanyi dunia Pink harus menutup liburan musim panasnya dengan pengalaman yang tidak menyenangkan. Lewat akun Instagram pribadinya, pelantun Just Give Me a Reason itu mengaku terpapar bakteri tersebut setelah menikmati makanan saat liburan.
Pink membagikan foto dirinya sedang mendapatkan infus vitamin. Dalam unggahan itu, ia menuliskan, “Ahhh, hidup dan lemon dan limun dan kenangan indah yang mungkin akan kuingat.”
Ia juga menambahkan keterangan pada foto tersebut: “Ketika kamu liburan, lalu makanan membuat E. coli memutuskan masuk ke perutmu, kamu membunuhnya dengan teman, anak-anak, anggur merah, dan ramuan vitamin IV.”
Meski tidak menyebutkan lokasi liburannya atau secara detail bagaimana ia terpapar, Pink mencoba menghadapi kondisinya dengan nada humor. Sang bintang pop memang baru saja menyelesaikan tur akbar Summer Carnival yang mencakup 131 konser di 15 negara. Liburan kali ini seharusnya menjadi waktu pemulihan, namun justru diwarnai sakit.
“Simak Juga: Chef Gordon Ramsay Jalani Operasi Kanker Kulit, Apa Penyebabnya?”
Escherichia coli (E. coli) adalah bakteri yang secara alami hidup di usus manusia maupun hewan. Sebagian besar strain E. coli tidak berbahaya, bahkan membantu pencernaan. Namun, ada jenis tertentu, seperti E. coli O157:H7, yang dapat menimbulkan infeksi serius di usus.
Infeksi E. Coli bisa memicu diare parah, dehidrasi, hingga komplikasi berbahaya. Dalam kasus berat, kondisi ini bahkan bisa menyebabkan sindrom hemolitik uremik yang berisiko merusak ginjal.
Infeksi E. coli biasanya ditularkan melalui makanan atau minuman yang terkontaminasi. Beberapa sumber paling umum meliputi:
Faktor kebersihan lingkungan, cara penyimpanan makanan, hingga kebiasaan mencuci tangan juga sangat berperan dalam mencegah penularan.
Menurut riset medis, gejala infeksi E. coli biasanya muncul tiga hingga empat hari setelah terpapar dan dapat berlangsung sampai satu minggu. Beberapa gejala yang paling umum adalah:
Kasus Pink menjadi pengingat bahwa siapa pun, bahkan seorang selebritas dunia, tidak sepenuhnya kebal dari ancaman penyakit yang ditularkan melalui makanan. Menjaga kebersihan makanan, memastikan daging matang sempurna, dan memilih sumber air yang aman adalah langkah sederhana namun vital.
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
This website uses cookies.