
Selain Fisik, Anak Penyintas Kanker Butuh Pemulihan Psikologis
Global Health Wire – Anak penyintas kanker menghadapi perjalanan panjang yang tidak berhenti meski terapi medis telah dinyatakan selesai. Di balik keberhasilan fisik, mereka kerap berhadapan dengan hambatan mental, mulai dari rasa percaya diri yang rendah hingga hubungan sosial yang terputus.
Menurut psikolog senior Ninuk Widyantoro, pengalaman menjalani terapi panjang membuat anak jauh dari dunia belajar, bermain, dan bergaul. “Efek terapi kanker kerap menyebabkan keterbatasan fisik. Ini membuat mereka merasa berbeda dibandingkan teman sebaya, sehingga percaya diri pun menurun, bahkan dalam hal sederhana seperti bergaul,” jelasnya.
Karena itu, pemulihan psikologis bukan lagi pelengkap, melainkan kebutuhan mendesak agar anak penyintas kanker dapat kembali percaya diri dan menatap masa depan.
“Simak Juga: Trump Isyaratkan Cabut Sanksi Terhadap Turki, Erdogan Bidik Jet Tempur F-35”
Psikolog Intan K. Wardhani, M.Psi, menambahkan bahwa banyak penyintas kanker anak kesulitan membangun konsep diri setelah perawatan. Konsep diri adalah cara seseorang memandang dirinya, baik fisik, sosial, emosional, kognitif, maupun perilaku.
“Anak penyintas kanker punya pengalaman hidup berbeda. Mereka melewati pengobatan yang berat, kehilangan kendali atas tubuh, stres karena prosedur medis, hingga hubungan sosial yang terputus. Semua ini berdampak pada rencana hidup yang tertunda,” kata Intan.
Dukungan psikologis berperan penting agar anak memiliki konsep diri yang positif. Dengan penerimaan diri yang baik, mereka dapat menumbuhkan harapan dan mencapai kesejahteraan psikologis.
Intan merinci lima langkah praktis untuk membangun konsep diri positif:
“Contoh, meski lulus lebih lama karena lama dirawat, bukan berarti gagal. Masih ada peluang untuk melanjutkan pendidikan dan berkarir,” ujar Intan memberikan afirmasi positif.
Dengan dukungan psikologis yang tepat, anak penyintas kanker dapat kembali membangun kepercayaan diri, meraih cita-cita, dan menjalani kehidupan yang lebih bermakna.
“Baca Juga: BMKG Ungkap Pemicu Gempa M5,3 di Banyuwangi dan Bali, Tercatat 5 Kali Susulan”
Informasi ini bersumber dari KompasHealth. Anak penyintas kanker menghadapi perjalanan panjang yang tidak berhenti meski terapi medis telah dinyatakan selesai. Simak ulasan lengkapnya di GlobalHealthWire.
|Penulis: Lukman Azhari
|Editor: Anna Hidayat
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
Global Health Wire - Tantangan kesehatan global baru terus muncul dan membawa dampak serius pada kualitas hidup masyarakat di berbagai…
This website uses cookies.