
Sleeping Princess Thailand Koma 2 Tahun, Begini Perkembangan Terkini
Global Health Wire – Putri sulung Raja Thailand, Putri Bajrakitiyabha Mahidol, dilaporkan menunjukkan tanda-tanda pemulihan setelah menderita infeksi darah serius. Sosok yang dijuluki “Sleeping Princess” ini telah dirawat intensif di rumah sakit selama lebih dari dua tahun sejak jatuh sakit pada Desember 2022 saat mengikuti sesi pelatihan anjing militer.
Pernyataan resmi dari Istana Kerajaan menyebutkan bahwa dalam beberapa pekan terakhir ia kembali mengalami infeksi parah pada aliran darah, namun tim medis berhasil menstabilkan kondisinya.
“Tim medis melaporkan bahwa infeksi Yang Mulia semakin membaik dan tekanan darahnya kini stabil,” demikian keterangan istana pada Minggu (7/9/2025). “Antibiotik terus diberikan untuk mengendalikan infeksi, dengan bantuan mesin guna menunjang fungsi paru-paru dan ginjalnya.”
Meski belum pulih sepenuhnya, perkembangan ini menjadi kabar melegakan setelah berbulan-bulan kondisi sang putri tidak menunjukkan kemajuan berarti.
Dikenal di Thailand sebagai “Putri Bha”, Bajrakitiyabha kini berusia 46 tahun. Ia merupakan satu-satunya anak dari pernikahan pertama Raja Maha Vajiralongkorn dan dikenal sangat dekat dengan ayahnya. Setahun sebelum sakit, ia sempat dipercaya memegang posisi senior dalam komando pengawal kerajaan.
Pendidikan internasional turut membentuk profilnya. Ia menempuh studi di Inggris, Amerika Serikat, dan Thailand, serta aktif di berbagai forum internasional. Di Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), ia sempat menduduki sejumlah posisi penting. Salah satu fokus utamanya adalah memperjuangkan perlakuan yang lebih baik bagi perempuan di penjara.
Kondisi kesehatan Putri Bajrakitiyabha menjadi sorotan publik karena terkait erat dengan isu suksesi kerajaan. Raja Vajiralongkorn, yang kini berusia 73 tahun, dikenal sebagai salah satu raja terkaya di dunia dengan kekayaan pribadi miliaran dolar AS. Dari empat pernikahan, ia memiliki tujuh orang anak.
Hingga kini, sang raja belum menetapkan siapa pewaris takhta resmi, meski hukum suksesi Thailand masih lebih mengutamakan garis keturunan laki-laki. Ketiadaan kepastian ini memunculkan berbagai spekulasi politik, terutama ketika putri sulungnya jatuh sakit berkepanjangan.
Bagi rakyat Thailand, kabar stabilnya kondisi “Sleeping Princess” membawa secercah harapan. Media lokal ramai menyoroti doa dan dukungan publik agar ia segera pulih. Banyak yang menilai kehadiran Bajrakitiyabha penting bukan hanya bagi keluarga kerajaan, tetapi juga dalam peran sosial dan diplomatik yang pernah ia emban.
Meski jalan pemulihan masih panjang, perkembangan ini menunjukkan sinyal positif setelah lebih dari dua tahun penuh ketidakpastian.
“Simak Juga: Amalia Meutia, Kepala Humas USU, Dinobatkan Tokoh PR Berpengaruh di MTA 2025”
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
Global Health Wire - Tantangan kesehatan global baru terus muncul dan membawa dampak serius pada kualitas hidup masyarakat di berbagai…
Global Health Wire - Berita kesehatan global riset medis selalu menjadi topik yang penting untuk diikuti karena terus memberikan informasi…
Global Health Wire - Berita kesehatan global perlu diikuti agar masyarakat dan tenaga medis selalu update dengan tren dan perkembangan…
This website uses cookies.