
Vaksinasi Dengue Dimulai di Tiga Kota, Sasar Ribuan Anak Sekolah Dasar
Global Health Wire – Upaya pencegahan dengue lewat vaksinasi mulai digencarkan di Indonesia, dengan fokus pada anak-anak sekolah dasar. Ini mengingat mereka merupakan kelompok paling rentan terhadap komplikasi berat akibat demam berdarah dengue (DBD).
Sebanyak 20.000 dosis vaksin dengue akan diberikan kepada 30.000 siswa kelas 3 dan 4 sekolah dasar di tiga kota. Tiga kota ini adalah Jakarta Selatan, Palembang, dan Banjarmasin. Rinciannya, 15.000 anak di Jakarta Selatan dan masing-masing 7.500 anak di Palembang dan Banjarmasin akan menerima dua kali suntikan vaksin dengan jarak tiga bulan.
“Programnya dimulai Oktober 2025. Suntikan kedua diberikan pada Desember. Kalau bisa jangan lebih dari tiga bulan karena awal tahun kasus dengue biasanya meningkat,” ujar Ketua Program Vaksinasi Nasional, Prof. Sri Rezeki Hadinegoro, SpA(K), saat peresmian program Pemantauan Aktif Vaksinasi Dengue di Jakarta (29/9/2025).
“Baca Juga: Salmonella, Bakteri yang Menyebabkan Keracunan MBG di Bandung, Waspadai!”
Anak-anak yang menerima vaksin akan dipantau kesehatannya selama tiga tahun, untuk melihat efektivitas perlindungan terhadap infeksi dengue.
“Kami akan mengikuti perkembangan kesehatan anak-anak tersebut. Kalau mereka tidak sakit dengue, artinya vaksin ini efektif mencegah kasus berat dan bahkan kematian,” jelas dr. Nina Dwi Putri, Sp.A, koordinator vaksinasi wilayah Jakarta.
Program ini merupakan hasil hibah dari PT Takeda Innovative Medicine, yang dijalankan melalui kolaborasi antara Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI), Dinas Kesehatan DKI Jakarta, serta akademisi dan pemerintah daerah.
Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes DKI Jakarta, dr. Ovi Norfiana, mengatakan bahwa program ini merupakan pendekatan inovatif untuk melengkapi upaya konvensional pengendalian DBD. “Pengendalian dengue membutuhkan strategi terintegrasi dan pendekatan berbasis sains,” ujarnya.
Dekan FKUI, Prof. Ari Fahrial Syam, Sp.PD menegaskan bahwa penyakit dengue belum bisa dikendalikan sepenuhnya, baik di Jakarta maupun secara nasional. “Pasien bisa mengalami kondisi yang tidak terduga, bahkan meninggal dunia. Karena itu, vaksin bisa menjadi inovasi penting dalam pencegahan,” ujarnya.
Data Kementerian Kesehatan RI mencatat, hingga 22 September 2025, terdapat 115.138 kasus dengue dengan 479 kematian. Sekitar 57 persen kasus terjadi di Pulau Jawa, menunjukkan tingginya beban penyakit di wilayah padat penduduk. Strategi berlapis, termasuk vaksinasi, menjadi kunci perlindungan yang lebih efektif.
“Simak Juga: Zat Radioaktif cesium-137 Ditemukan di Banten, Diduga Berasal dari Reaktor Nuklir”
Informasi ini bersumber dari KompasHealth. Upaya pencegahan dengue lewat vaksinasi mulai digencarkan di Indonesia, dengan fokus pada anak-anak sekolah dasar. Simak pembahasan lengkapnya di GlobalHealthWire.
|Penulis: Lukman Azhari
|Editor: Anna Hidayat
Global Health Wire - Menurut data World Health Organization (WHO) 2023, lebih dari 1,4 miliar orang di seluruh dunia menghadapi…
Global Health Wire - Dunia belum sepenuhnya pulih dari luka pandemi COVID-19 ketika WHO merilis laporan mengejutkan: risiko pandemi berikutnya…
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
This website uses cookies.