
WHO dan UNICEF Ajak Negara Perkuat Cuti Melahirkan Berbayar untuk Ibu Menyusui
Global Health Wire – Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan UNICEF menyerukan penerapan cuti melahirkan berbayar sebagai langkah untuk mendukung ibu menyusui. Langkah ini juga bertujuan memperkuat sistem dukungan bagi perempuan dalam memberikan Air Susu Ibu (ASI) eksklusif. Seruan ini disampaikan dalam rangka Pekan ASI Sedunia, yang diperingati setiap 1-7 Agustus.
Kedua lembaga internasional ini menegaskan bahwa keberhasilan menyusui memerlukan keterlibatan semua pihak, pemerintah, dunia usaha, institusi kesehatan, sektor swasta, hingga masyarakat, dalam menciptakan kebijakan ramah keluarga. Kebijakan tersebut meliputi cuti melahirkan berbayar, ruang laktasi yang layak, serta pengaturan kerja fleksibel.
“Dengan sistem dukungan yang lebih kuat, setiap ibu di Indonesia dapat memperoleh sumber daya yang dibutuhkan untuk memberikan ASI eksklusif selama enam bulan penuh, demi awal kehidupan yang paling sehat bagi anak,” ujar Dr. N Paranietharan, Perwakilan WHO untuk Indonesia, di Jakarta, Jumat (8/8/2025).
“Simak Juga: Rekomendasi 8 Minuman Alami untuk Menurunkan Kolesterol Tinggi”
Paranietharan mengapresiasi peningkatan angka ASI eksklusif di Indonesia sebagai bukti nyata komitmen keluarga, komunitas, dan sistem kesehatan. WHO merekomendasikan langkah-langkah berikut:
Perwakilan UNICEF untuk Indonesia, Maniza Zaman, menegaskan bahwa investasi pada sistem dukungan ibu menyusui akan menciptakan jaring pengaman penting.
“Ketika perempuan dan bayi mereka berhasil menyusui dengan baik, dampaknya berantai, meningkatkan tumbuh kembang anak, memperkuat ketahanan keluarga, menjaga kesehatan masyarakat, dan membangun masa depan bangsa yang lebih baik,” ujarnya.
WHO dan UNICEF mengapresiasi komitmen berkelanjutan Pemerintah Indonesia. Data menunjukkan pemberian ASI eksklusif pada bayi di bawah enam bulan meningkat dari 52% pada 2017 menjadi 66,4% pada 2024.
Kedua lembaga juga merekomendasikan:
Penelitian membuktikan, menyusui dapat meningkatkan kecerdasan anak hingga 3-4 poin IQ, menurunkan risiko obesitas pada masa kanak-kanak, dan memberikan perlindungan jangka panjang terhadap penyakit tidak menular.
“Baca Juga: Dunia Peringati 80 Tahun Bom Atom Hiroshima, Isu Nuklir Kembali Menguat”
Global Health Wire - Dunia medis sedang bergolak: sebuah studi yang diterbitkan di jurnal The Lancet pada September 2024 mengungkap…
Global Health Wire - Sebuah survei WHO tahun 2023 mengungkapkan fakta yang sulit diabaikan: 68% populasi global mengubah setidaknya satu…
Global Health Wire - Tekanan terhadap sistem layanan kesehatan di seluruh dunia semakin nyata: dari kekurangan tenaga medis di negara…
Global Health Wire - Teknologi kesehatan global mengubah cara layanan medis diberikan dengan menghadirkan inovasi terbaru yang mempermudah diagnosa, perawatan,…
Global Health Wire - Vaksin terbaru dan dampaknya telah mencuri perhatian dunia dalam upaya mengatasi berbagai tantangan kesehatan global secara…
Global Health Wire - Tantangan kesehatan global baru terus muncul dan membawa dampak serius pada kualitas hidup masyarakat di berbagai…
This website uses cookies.