Jalan Kaki Membuat Umur Panjang? Berikut Tipsnya
Global Health Wire – Jalan kaki adalah salah satu bentuk aktivitas fisik sederhana yang banyak dipilih orang dan memiliki manfaat sangat besar untuk kesehatan. Salah satu keuntungannya adalah membantu meningkatkan angka harapan hidup jika dilakukan secara rutin. Tapi, adakah cara tertentu agar manfaatnya lebih optimal?
Jawabannya, ada. Valter Longo, seorang peneliti angka harapan hidup dari University of Southern California, mengungkapkan bahwa ada beberapa kebiasaan yang bisa diterapkan saat berjalan kaki untuk mendukung umur panjang.
Berjalan dengan kecepatan tinggi selama satu jam sehari dapat memberikan manfaat besar bagi kesehatan. Aktivitas ini dapat meningkatkan sirkulasi darah, menurunkan tekanan darah, mengurangi kadar kolesterol, serta memperkuat jantung. Kesehatan jantung sendiri merupakan salah satu faktor utama yang berkontribusi terhadap umur panjang.
“Simak Juga: Penderita Diabetes dan Obesitas Rentan Terinfeksi Jamur”
Jika tidak bisa berjalan selama satu jam sekaligus, Anda dapat membaginya dalam beberapa sesi sepanjang hari. Misalnya, berjalan 30 menit di pagi hari dan 30 menit di sore atau malam hari.
Alih-alih menggunakan eskalator atau lift, biasakan naik tangga untuk meningkatkan kebugaran tubuh. Naik tangga adalah latihan kardiovaskular yang sangat baik karena dapat membakar lebih banyak kalori dibandingkan berjalan di permukaan datar. Selain itu, aktivitas ini membantu memperkuat otot kaki dan meningkatkan stamina tanpa memerlukan peralatan khusus.
Cobalah menyempatkan waktu di akhir pekan untuk berjalan kaki dalam jarak yang lebih jauh, terutama di tempat dengan udara bersih dan minim polusi. Berjalan di alam terbuka, seperti taman atau pegunungan, juga dapat membantu menurunkan tingkat stres, meningkatkan suasana hati, dan memberikan efek positif bagi kesehatan mental.
Meskipun jalan kaki memberikan banyak manfaat, jangan terlalu memaksakan diri. Longo mengingatkan bahwa berolahraga secara berlebihan justru dapat memperpendek angka harapan hidup. Menurutnya, sebagian besar manfaat olahraga sudah bisa diperoleh dalam 2,5 jam pertama aktivitas fisik setiap pekan.
Penelitian juga menunjukkan bahwa orang yang berolahraga terlalu sedikit maupun terlalu banyak memiliki risiko penuaan lebih cepat. Oleh karena itu, cukup penuhi rekomendasi Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), yaitu 150 menit aktivitas sedang atau 75 menit aktivitas intens dalam sepekan.
“Baca Juga: Lesunya Daya Beli Menjelang Lebaran 2025, Apa Penyebabnya?”